Senin, 09 Desember 2019

Panggilan

Panggilan Beberapa kali aku memanggil orang lain dengan sebutan 'kak', karena menyangka orang tersebut lebih tua dariku, dan beberapa kali pula aku dipanggil 'kakak' oleh orang lain yang jika kulihat sepertinya orang tersebut wajahnya lebih tua dariku. Hahay ... Pernahkah dirimu juga begitu? Memanggil seseorang dengan sebutan 'kak' atau 'abang', 'mas', 'mbak' dan lain-lain, lalu kemudian setelah melihat statusnya di Face Book, saat dia berulang tahun atau saat melihat NIP-nya, atau saat melihat KTP-nya, baru menyadari bahwa ternyata dirinya lebih muda darimu. Lalu apa yang akan engkau katakan? Berubahkah panggilanmu padanya, atau engkau tetap mempertahankan panggilan semula, dan pura-pura tidak tahu? Jika mengubah panggilan, bagaimana cara memberitahunya, dan jika tidak, apa alasannya? Mungkin teman-teman bisa berbagi di sini. Aku, beberapa kali mengalami hal ini, dan akhirnya aku berpikir, ini apakah diriku yang merasa diri awet muda, atau aku yang tidak sadar kalau sudah tua? Hahay ... Terkadang aku memang lupa diri, merasa diri masih saja seperti dulu, lupa kalau sebentar lagi sudah setengah abad. Usia sore menjelang senja, yang mendekati malam. Malam yang gelap, tak berujung. Jika amal banyak, akan ada cahaya purnama menyertainya, namun jika tidak, tinggallah malam pekat ditemani lolongan anjing dan serigala. Astaghfirullah.

Fenomena Bersalaman

Fenomena "Menggaruk/Menggelitik Telapak Tangan Saat Bersalaman". Pernahkah anda bersalaman dengan seseorang, baik itu wanita ataupun pria yang mengorek atau menggelitik telapak tangan anda? Saya pernah, dan beberapa kali mengalaminya. Ada pria dan ada wanita yang melakukannya pada saya, dan yang melakukannya adalah orang dewasa, bahkan cenderung sudah dikatakan tidak muda lagi atau tua. Menyalami tangan dan menggelitik atau menggaruk telapak tangan kita saat akan dilepaskan. Salaman dengan menggelitik atau menggaruk telapak tangan seperti ini, disebut: "Salaman Genit". Biasanya dilakukan oleh lawan jenis untuk menunjukkan ketertarikannya pada orang yang disalaminya. Menyatakan hasrat atau keinginan dan ketertarikan pada lawan jenisnya. Direspon dengan senyuman, atau dengan raut wajah tak suka, cepat melepaskan tangan, bahkan ada yang langsung berkata, "Apaan nih, menggelitik tanganku." Nah, kalau yang terakhir ini yang diterima, tentu akan membuat malu yang menggelitik atau menggaruk tangan tersebut, bukan? Namun, ada juga yang meski tak suka, diam saja, tak mau membuat malu orang yang melakukannya, dan biasanya untuk kesekian kalinya jika bertemu kembali, akan ogah bersalaman dengan orang tersebut lagi. Menurut ilmu psikologi, menggelitik telapak tangan lawan dengan ujung jari, menunjukkan pribadi yg suka menghalalkan segala cara demi tercapai keinginan seseorang, terutama jika dikaitkan dengan bisnis. Gaya ini juga menandakan bahwa anda mudah terpesona oleh hal-hal yang bersifat lahir atau fisik. Secara mitos, banyak juga orang yang meyakini, bahwa bersalaman dengan gaya seperti ini, adalah cara untuk mengorek rezeki dari orang lain kepadanya. Supaya orang yang disalami, akan sering memberikan rezeki berupa uang kepada orang tersebut. Beberapa kali saya menerima perlakuan tersebut, setelah saya memberikan sejumlah uang dan berpamitan sambil bersalaman. Niat hati ingin mencium tangan karena orang tersebut merupakan orang tua dan layak dihormati, akhirnya membuat saya mengurungkan niat untuk mencium tangan mereka, karena perlakuan tersebut. Tetap diam, berpamitan dan saat berjumpa kembali, saya hanya memberikan sejumlah uang dan tak ingin bersalaman lagi. Illfeel. Bahkan perlakuan ini pernah dilakukan oleh sesama perempuan dan sudah tua, karena keyakinan atau mitos tersebut. Keyakinan atau mitos bahwa dengan menggelitik atau menggaruk tangan lawan bicara saat bersalaman bisa mentransfer rezeki orang lain pada kita, tentu sudah melanggar hukum agama, karena sejatinya, rezeki itu datangnya dari Allah, dan tidak bisa ditransfer atau dikorek dari orang lain, tanpa usaha, ikhtiar, dan doa. Keyakinan ini tentu juga tak dibenarkan dalam agama, karena berpotensi kesirikan. Selain itu juga, bersalaman dengan cara seperti ini, membuat kita dipandang tidak baik oleh orang lain. Yang tadinya suka, bisa berubah illfeel. Yang tadinya ingin terus melanjutkan silaturahmi dan menjalin ukkuwah, jadi menjauh. So ... Masihkah anda ingin bersalaman dengan menggaruk atau menggelitik telapak tangan lawan bicara lagi??? Laila Suryani SMPN 2 TEMBILAHAN HULU