Jumat, 02 Agustus 2019

AKU DAN PRESENTASI VCT

Ikan Sembilang Santan Bakalok... khas Banjar Nagara di Virtual Coordinator 2 SEAMEAO SEAMOLEC

Materi "Ikan Sembilang Santan Bakalok", kuliner Banjar Nagara, hadir di VC Indonesia 2 Seamao Seamolec.
Materi kedua yang coba penulis  presentasikan setelah sukses berbagi di materi "Menebar Aura Positip Melalui Literasi Menulis". Jika sebelumnya, penulis berkolaborasi dengan Marliah Sarleni, maka dari IGI Inhil berkolaborasi kembali, kali ini dengan Wirdayane Tanjung, penulis "Cappucino Cincau"dan Yarni N, si "Tangga Nol".

Di sesi 1, peserta VC 2 begitu antusias bertanya tentang Literasi sehingga harus diingatkan oleh bu Anita Kaltara, bu lurah VC 2, karena melewati waktu. Di sesi ini, penulis dan Marliah, selaku moderator bercerita tentang IGI, khususnya Inhil, Sagusaku dan Gelis. Banyak yang tertarik dan ingin bergabung di pelatihan menulis atau Gerakan Literasi Sekolah. Ada yang bertanya tentang buku, penerbit, serta angka kredit jika menulis buku. Semua, Insya Allah dijawab dengan baik dan berlanjut dengan "japri" di WA.
Sukses menyampaikan materi di sesi 1, esoknya penulis mencoba menyampaikan materi "Ikan Sembilang Santan Bakalok".
Kuliner banjar yang mungkin sudah tidak "update" lagi karena sudah tergilas dengan "junk-food", "fast-food" dan makanan siap saji lainnya.
Berupaya memperkenalkan kearifan lokal asal usul penulis, sesuai dengan permintaan Kadispora Inhil, yang telah mengapresiasi "Gadis Jerambah" sebagai novel yang mengangkat tema kearifan lokal daerah Inhil. Novel yang berlatar daerah Jambi dan Indragiri Hilir dengan "jerambah-jerambah"-nya.

Untuk pembaca yang penasaran dengan kuliner ini, silakan membaca lebih lanjut. Kuliner sederhana dengan rasa yang menggoda, mampu mendobrak selera makan yang sedang bermasalah. Tak percaya???Coba saja. Dijamin enak dan bikin nagih.

Berikut ini penjelasannya

Ikan Sembilang Santan Bakalok, adalah masakan khas suku Banjar Nagara. Rasanya yang segar, karena dipanggang dan ditambahkan dengan pati santan yang dicampur sedikit air menjadikannya tambah segar. Kelezatan dan kenikmatannya semakin bertambah karena ada irisan bawang merah dan cabe rawit. Ditambah dengan sedikit asam jawa dan terasi serta sedikit garam, membuat rasanya jadi semakin gurih. Manisnya santan yang berpadu dengan pedasnya cabe, rasa asam dari asam jawa dan gurihnya terasi serta sentuhan garam membuat makan siang anda akan semakin nikmat. Yuuukkk dicoba, resep bahari turunan nenek moyang suku Banjar Nagara

BAHAN :

1. Ikan Sembilang
2. Cabe rawit, secukupnya
3. Bawang merah +/- 4 buah
4. Terasi
5. Asam jawa
6. Pati santan
7. Garam secukupnya
8. Arang untuk membakar ikan
9. Anglo/ tempat bakar ikan

Cara membuat :
1. Bersihkan ikan sembilang, lumuri dengan garam dan asam jawa
2. Sebelum ikan dibakar, siapkan anglo dan arang. Bakarlah arang sampai menjadi bara.
3. Sambil menunggu arang menjadi bara, kita bisa menyiapkan cacapan/kuah dari ikan sembilang bakar tersebut.

Cara membuat cacapan/kuah/cocolan Ikan Sembilang Santan Bakalok

1. Iris bawang merah dan cabe rawit
2. Masukkan ke dalam pati santan  yang sudah ditaburi garam. Beri air sedikit.
3. Tambahkan terasi dan sedikit asam jawa.
4. Masukkan ikan sembilang yang sudah dibakar ke dalam santan tersebut.
5. Ikan Sembilang Santan Bakalok siap disantap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar