Saat sebagian kecil generasi muda berbuat hal-hal yang tidak baik, selalu ada anak-anak yang mau berbuat untuk sesama. Hal seperti inilah yang menguatkan kita untuk terus berbuat untuk mereka
Saat aku dan Wirdayane Tanjung menghampiri Zulfikar, anak suku Duano yang telah dan sedang menulis tentang suku sekaligus sejarah suku tersebut, anandaku (kami), M. Ilham dan Kurnia Illahia Mulyanda dari SMPN 2 Tembilahan Hulu juga ada di dekat Zulfikar dan mendengar langsung tanya jawabku dengannya. Jiwa sosial dan empati yang mendalam terhadap sesama, membuat Ilham sore tadi mengirim chat di WA pribadiku. Anak kami ini memang dikenal sebagai siswa yang baik, pintar, cerdas dan berjiwa pemimpin. Mudah tergerak untuk membantu sesama.
"Assalamualaikum, Maam. Ilham sudah buatkan desain covernya,"katanya.
Di samping memberitahu tentang desain cover yang dibuatnya, dia juga memberitahu bahwa tulisan Zulfikar tersebut masih tertinggal di kampungnya, desa Sungai Bela dan akan diambilnya pada 6 Mei nanti. Seingatku memang tanggal tersebut memang libur awal puasa dan mungkin kesempatan itu akan dipergunakannya untuk mengambil naskahnya.
Baiklah, nak. Kita tunggu naskahmu. Dan untukmu, Ilham anakku, tetaplah menjadi pribadi yang baik, suka menolong sesama. Sebentar lagi engkau akan meninggalkan sekolah kita dan melanjutkan ke Jakarta, mengikuti kedua orang tuamu. Maam senantiasa bangga padamu dan Nia. Nia yang banyak menulis cerpen dan puisi dan sudah terkumpul 1 buku dan dirimu yang berjiwa pemimpin. Doa maam senantiasa untuk kalian berdua. Sukses selalu dan semoga Allah melapangkan jalan kalian menuju kesuksesan. Aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar