Mentari ramadan perlahan surut
Seiring gemuruh takbir yang mulai berkumandang
Ada tetes airmata yang perlahan luruh
Tangis kesedihan pada jiwa yang tak rela kau tinggalkan
Ramadan ... Ijinkanku memelukmu erat
Mengurai tangis akan rindu tuk kembali lagi
Menghantarmu pergi
Jauh ...
Dengan derai airmata
Berharap kau akan kembali
Pada warna
Pada pernak pernik keindahanmu
Di malam penuh rahmat
Dalam kasih sayang Sang Pencipta
Pada malam maghfirah
Dimana berjuta kasih sayang Robb
Penuhi hari dan malammu
Penuh ampunan
Pada jiwa penuh dosa
Pun pada itqun minannar
Pembersih diri tuk raih kebersihan jiwa
Pada surga yang diimpikan semua
Ramadan ...
Rinduku tak berujung
Tak bertepi ...
Di penghujung langkahmu
Kumasih menginginkanmu
Merindukan hari dan malammu
Kini ...
Saat kau meninggalkan diri ini
Terasa semua hanya sekejap mata
Sedang diri tak puas menghamba
Kusadari betapa engkau kadang tersiakan
Terlalaikan ...
Ijinkan sekali lagi kupeluk dirimu erat
Dan berjanjilah untuk kembali menemuiku lagi
Di sini
Tembilahan, 30 Ramadan 1440 H/04 Juni 2019
Laila Suryani
Dari "Laila Suryani Belajar Menulis".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar