Surat kepada Kawan
Salahkah aku
Jika hari-hariku tak sama sepertimu
Salahkah aku jika jam kosongku kuisi dengan hal lain
Ke pasar membeli lauk untuk keluarga
Mengisi waktu dengan belajar online
Atau menulis cerita di "Color Note"ku
Salahkah aku
Jika tak terus berada di ruangan bersamamu
Untuk terus ikuti celoteh dan tawamu
Bercerita tentang kurangnya orang lain
Atau berkeluh kesah tentang ini dan itu
Salahkah aku yang terkadang
Beraktivitas di luaran
Yang katamu hanya hebat di luar sana
Namun tak ada artinya bagimu
Kawan ...
Semua serba kurang bagimu
Diriku, dirinya dan diri orang lain
Meski kulakukan semua untukmu dan tempat kita bernaung
Kawan ...
Tak tahukah engkau
Betapa kalang kabutnya aku
Mengatur waktuku
Menyeimbangkan semua kewajiban
Agar semua mendapatkan haknya
Kawan ...
Tak pernah sekalipun kutinggalkan tugas-tugasku
Bahkan berlebih tugasku darimu
Bahkan seharusnya tugas itu engkau yang memikulnya
Dan ditimpakan padaku
Pernahkah kukeluhkan itu?
Kawan ...
Jangan hanya karena sesekali aku lambat mendengar informasi
Tudingan buruk kau beri
Meski terlambat, bukankah selalu lebih dulu kulakukan tugasku daripadamu
Namun kenapa saat semua itu kulakukan
Malah cibiran yang masih kuterima
"Engkau kan hebat" katamu dengan raut tak suka
Kawan ...
Aku tak minta ucapan terimakasih darimu
Pun tak juga minta puja dan puji
Namun janganlah menebar benci
Sehingga menjadi aib diri
Kawan ...
Sedih hatiku saat kau cela dan maki
Seakan diri ini tak punya hati
Pun tak ada harga diri
Tembilahan, Medio Mei 2019
Laila Suryani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar